Ketika Papan Catur Geopolitik Mendikte Isi Dompet
Perahu rakit menyisir sungai, Hilir mudik membawa komoditi. Kala Hormuz mulai tak lagi berdamai, Dunia cemas, pasar pun menanti. Ilustrasi: Pion-pion kekuasaan di atas papan catur global yang penuh ketidakpastian. (Sumber Foto: Saifee Art - Pexels) D unia hari ini bukan lagi sekadar pasar yang saling bertukar nilai, melainkan teater ketegangan yang naskahnya ditulis dengan tinta mesiu. Selat Hormuz, sebuah urat nadi yang mengalirkan napas energi global, kembali menjadi episentrum kegelisahan. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang kian meruncing, kini mendapat tamu baru yang tak terduga: naga dari Timur, China, yang mulai menunjukkan taringnya di perairan tersebut. Secara akademis, kita sedang menyaksikan pergeseran paradigma dari unipolaritas menuju multipolaritas yang rapuh. Keterlibatan China di Selat Hormuz bukan sekadar diplomasi militer, melainkan upaya proteksi terhadap Belt and Road Initiative yang menjad...