Postingan

Menampilkan postingan dengan label Berita

Membedah Alasan dan Dampak Rebalancing FTSE Russell Bagi Saham RI

Gambar
Pergi ke pasar membeli kain, Kain ditenun elok rupanya. Kala indeks global mulai bermain, Saham domestik rontok harganya. Ilustrasi: Pasar modal selalu bergerak dinamis di bawah kendali modal besar dunia yang tak mengenal kompromi. (Sumber Foto: Anna Tarazevich - Pexels) RADARFINANCE.MY.ID — SABTU, 23 MEI 2026 P anggung pasar modal tidak pernah tidur dalam ketenangan. Ia adalah belantara angka yang kejam, tempat di mana likuiditas mengalir deras menyerupai sungai, namun bisa surut dalam hitungan detik ketika para penguasa modal dunia mengubah haluan penanya. Kabar mengejutkan kembali datang dari London, ketika lembaga indeks raksasa, FTSE Russell, secara resmi merombak susunan portofolionya dan mendepak empat saham andalan Indonesia—termasuk raksasa energi DSSA hingga emiten kontraktor tambang HILL. Secara akademis, penyesuaian berkala atau index rebalancing ini merupakan sebuah keniscayaan mekanis dalam arsitektur ke...

Transmisi Harga dan Kuasa Geoproduksi Sawit Nusantara

Gambar
Melaju rakit ke Selat Malaka, Membawa sauh di pagi hari. Kala Jakarta mengubah angka, Kuala Lumpur cemas sendiri. Ilustrasi: Tandan buah segar yang menjadi episentrum perebutan likuiditas komoditas global. (Sumber Foto: Natalia De la Pava - Pexels) RADARFINANCE.MY.ID — 22 MEI 2026 H amparan hijau perkebunan kelapa sawit yang membentang dari tanah Sumatra hingga belantara Kalimantan bukan sekadar lanskap alam, melainkan sebuah mesin cetak devisa yang mendikte roda ekonomi dunia. Ketika riak kebijakan kustomisasi ekspor ditiupkan dari Lapangan Banteng, gaungnya langsung memicu badai kecemasan di sepanjang Semenanjung Malaya. Malaysia, sang tetangga serumpun sekaligus kompetitor abadi, kini tengah menatap dengan penuh waswas atas arsitektur baru regulasi ekspor *Crude Palm Oil* (CPO) Indonesia yang berpotensi memicu gejolak harga di pasar internasional. Secara akademis, struktur pasar kelapa sawit global dicirikan oleh be...

Mengapa Pasar Membenci "Orang Dalam" di Pucuk Pimpinan

Gambar
Menebang jati di hutan lebat, Kayu diukir menjadi lemari. Bukan titipan yang bikin hebat, Integritas diri yang bangun negeri. Ilustrasi: Membangun fondasi korporasi yang kokoh membutuhkan material kompetensi, bukan sekadar relasi. (Sumber Foto: Tom Fisk - Pexels) RADARFINANCE.MY.ID — 22 MEI 2026 S elama beberapa dekade, kursi empuk di pucuk pimpinan korporasi berskala raksasa di republik ini sering kali ditenun dari jaring laba-laba relasi. Ada pemeo tak tertulis bahwa siapa yang Anda kenal jauh lebih berharga daripada apa yang Anda ketahui. Namun, angin segar perubahan perlahan mulai berembus, menyapu debu-debu nepotisme dari meja direksi. Kabar mengenai penunjukan figur profesional murni—terlebih dari kalangan ekspatriat seperti Luke Thomas Mahony untuk memimpin entitas strategis seperti PT DSI—membawa pesan yang nyata. Seperti yang digarisbawahi oleh berbagai kalangan politik, termasuk Golkar, bahwa "jalur perk...

Ketika Papan Catur Geopolitik Mendikte Isi Dompet

Gambar
Perahu rakit menyisir sungai, Hilir mudik membawa komoditi. Kala Hormuz mulai tak lagi berdamai, Dunia cemas, pasar pun menanti. Ilustrasi: Pion-pion kekuasaan di atas papan catur global yang penuh ketidakpastian. (Sumber Foto: Saifee Art - Pexels) D unia hari ini bukan lagi sekadar pasar yang saling bertukar nilai, melainkan teater ketegangan yang naskahnya ditulis dengan tinta mesiu. Selat Hormuz, sebuah urat nadi yang mengalirkan napas energi global, kembali menjadi episentrum kegelisahan. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang kian meruncing, kini mendapat tamu baru yang tak terduga: naga dari Timur, China, yang mulai menunjukkan taringnya di perairan tersebut. Secara akademis, kita sedang menyaksikan pergeseran paradigma dari unipolaritas menuju multipolaritas yang rapuh. Keterlibatan China di Selat Hormuz bukan sekadar diplomasi militer, melainkan upaya proteksi terhadap Belt and Road Initiative yang menjad...

Sawit dan Batu Bara Punya Kita, Mengapa Uangnya Milik Tetangga?

Gambar
Anak Jambi menjala ikan, Ikan didapat di Batanghari. Hasil alam sudah dikeruk habis-habisan, Mengapa uangnya dibawa lari? Ilustrasi: Emas hijau yang melintasi sungai, namun devisanya seringkali tak singgah di rumah sendiri. (Sumber Foto: jirolupat Malioboro - Pexels) I roni ekonomi kita sering kali terpampang nyata di depan mata: truk-truk batu bara berderet memadati jalan lintas Jambi, dan hamparan sawit sejauh mata memandang, namun kemakmurannya seolah hanya "numpang lewat". Fenomena ini baru saja mendapat sorotan tajam dari Prabowo Subianto yang menyentil keras para eksportir karena gemar memarkir uang hasil kekayaan alam kita di luar negeri. Secara akademis, ini adalah masalah klasik capital flight atau pelarian modal. Kita mengekspor kekayaan bumi yang tak terbarukan, tapi Devisa Hasil Ekspor (DHE) justru lebih betah mendekam di bank-bank Singapura atau negara suaka pajak lainnya. Bagi seorang jurnali...

Rangkuman Berita Ekonomi 14 April 2026: IHSG Tembus Rekor Baru di Tengah Ketegangan Global

RADAR FINANCE Berita Finance Analisis Pasar Akademi Keuangan Panduan Bisnis Market Roundup Rangkuman Berita Ekonomi 14 April 2026: IHSG Tembus Rekor Baru di Tengah Ketegangan Global Selasa, 14 April 2026 | Oleh: Tim Redaksi Radar Finance Pasar finansial hari ini menunjukkan dinamika yang luar biasa. Di tengah memanasnya situasi geopolitik di Selat Hormuz, pasar modal Indonesia justru menunjukkan resiliensi yang signifikan. IHSG Melesat 1,31% Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat tajam ke level 7.598,80 . Kepercayaan investor meningkat setelah FTSE Russell mempertahankan posisi Indonesia dalam Secondary Emerging Market . Emas Antam Melonjak Harga emas Antam mencatatkan kenaikan drastis sebesar Rp 45.000 per gram hari ini. Safe haven menjadi incaran utama akibat blokade pelabuhan Iran oleh AS. Sorotan Uta...

Polsek sumay berhasil amankan pelaku pencurian sapi, di desa suo-suo

Polsek Sumay berhasil mengungkap kasus pencurian ternak sapi yang terjadi di Desa Suo Suo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo. Seorang pria berinisial KA (21) diamankan setelah diduga kuat mencuri dua ekor sapi milik warga setempat. Selasa, 29 April 2025  sekitar pukul 06.00 wib, saat pelapor menuju kekebun sawit milik warga setempat tempat iya mengikat 7 ekor sapi miliknya. Sesampainya di lokasi sekitar pukul 07.00 wib, pelapor mendapati 2 sapi miliknya telah hilang. Pelapor bersama anaknya melakukan pencarian dan menemukan sapi miliknya di sembunyikan di semak-semak RT 14 simpang 20 desa suo-suo. Mereka kemudian mengajak warga untuk mengintai lokasi tersebut guna mengetahui siapa pelakunya. Sekitar pukul 17.30 wib, terduga pelaku datang ke lokasi menggunakan sepeda motor. Iya sempat membantah keterlibatannya dan hanya mengaku di minta untuk memanen sawit.. namun, setelah di konfirmasi ke pemilik kebun sawit, ternyata tidak ada yang menyuruh terduga pelaku untuk memanen sawit, akhir ...

Kronologi Kematian Pekerja yang Diterkam Harimau di Riau: BKSDA Pasang Kamera Jebak

Gambar
 Pada tanggal 17 April 2024, sebuah insiden tragis terjadi di Riau, Indonesia, ketika seorang pekerja tewas setelah diterkam harimau di hutan. Berikut adalah kronologi insiden yang menarik dan unik: Insiden Kematian: Pada pukul 14:00 WIB, seorang pekerja bernama Rudi, 35 tahun, ditemukan tewas di hutan Riau. Rudi, yang bekerja sebagai petugas pengawasan di Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan (BKSDA) Riau, diterkam harimau di lokasi kerja. Penyelidikan Awal: Tim penyelidikan BKSDA Riau segera dikerahkan ke lokasi insiden untuk mengumpulkan informasi dan bukti. Mereka menemukan bahwa Rudi diterkam harimau setelah meninggalkan timnya untuk mencari bahan makanan. Pasang Kamera Jebak: Dalam upaya untuk menangkap harimau yang diterkam Rudi, BKSDA Riau langsung memasang kamera jebak di lokasi insiden. Kamera ini dirancang untuk merekam gambar harimau yang diterkam Rudi dan membantu tim penyelidikan dalam menemukan alasan kematian pekerja tersebut. Analisis Data: Data yang dikumpulkan da...